Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Status Platydemus manokwari: Spesies Lokal vs Invasif Global

BRIMO

Ransiki – Status Platydemus manokwari Platydemus manokwari pertama kali ditemukan di Manokwari, Papua Barat, oleh tim peneliti dari Perancis pada 1962. Ini menunjukkan bahwa cacing ini adalah spesies asli dari Papua Indonesia.

Di luar Pulau Papua, Platydemus manokwari telah menyebar luas ke Amerika, Eropa, Hong-kong dan sebagian besar Kepulauan Pasifik (Guam, Polinesia Prancis, dan Hawaii).

Penyebaran cacing Platydemus manokwari ke beberapa negara terjadi secara sengaja diintroduksi sebagai biokontrol atau secara tidak sengaja melalui perdagangan tanaman.

Introduksi Platydemus manokwari dapat menyebabkan gangguan signifikan pada ekosistem lokal, yang memengaruhi kesehatan tanah dan keseimbangan spesies asli.

Cacing Platydemus manokwari tidak hanya memangsa bekicot, tetapi juga siput asli, cacing tanah, dan invertebrata tanah lainnya.

Di wilayah yang diinvasi (khususnya pulau-pulau di Pasifik), Platydemus manokwari telah mengakibatkan penurunan populasi bahkan kepunahan siput darat asli.

Baca Juga : Teologi Tanah dan Nubuatan I.S. Kijne: Spiritualitas yang Berakar di Bumi Cenderawasih

Status Platydemus manokwari
Status Platydemus manokwari

Sebagai predator yang tidak selektif (generalist predator), cacing ini memangsa siput darat asli (endemik) di banyak pulau Pasifik, mengakibatkan kepunahan massal spesies siput lokal.

Cacing ini memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi dan relatif tahan terhadap kelaparan, menjadikannya sangat sulit untuk diberantas setelah menetap di suatu wilayah.

Pada 2018, cacing Platydemus manokwari terdaftar sebagai 100 Spesies Invasif Dunia oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature).

Meskipun menjadi invasif di suatu wilayah, cacing Platydemus manokwari juga berperan sebagai biokontrol hama pertanian.

Maka perlu untuk memetakan dan memprediksi potensi penyebaran cacing ini ke seluruh nusantara terutama melalui perdagangan tanaman hias untuk mengetahui apakah di Indonesia juga sudah tersebar ke pulau lain di luar Papua.

Untuk sementara ini, baru dilaporkan melalui inaturalist, cacing Platydemus manokwari ditemukan di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Ambon, dan Jawa.

Di samping cacing ini adalah spesies asli dari Papua, perlu diketahui peran ekologis di habitat aslinya apakah perilakunya sebagai predator yang seimbang.

Studi ekologi sangat penting untuk mengidentifikasi jenis-jenis siput dan invertebrata tanah asli Indonesia yang menjadi mangsa Platydemus manokwari.

Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *