RSUD H Damanhuri Barabai Ungkap Data Stok Darah Terbaru, Golongan O Paling Dicari
BARABAI — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Damanhuri Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, mengumumkan data terbaru stok darah sepanjang awal tahun 2026. Dari catatan yang dirilis pihak rumah sakit, stok darah hingga Januari mencapai 835 kantong darah, dengan golongan darah O menjadi yang paling banyak dibutuhkan untuk layanan medis.
Stok Darah Aman, Tapi Permintaan Golongan O Tinggi
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Penunjang Medik RSUD H Damanhuri, dr. Era Ery Dhani, menyatakan bahwa jumlah stok darah di awal tahun ini masih dalam kondisi aman untuk kebutuhan pasien. Namun demikian, golongan darah O menjadi paling sering dicari karena tingkat permintaan yang tinggi dalam berbagai tindakan medis di rumah sakit.
Menurut dr. Era, kebutuhan darah bersifat dinamis dan bisa berubah tergantung pada kasus pasien yang membutuhkan tindakan medis segera. Karena itu, stok darah harus selalu tersedia dalam jumlah yang cukup untuk menghadapi situasi darurat.
Upaya Donor Darah Ditingkatkan
Untuk menjaga ketersediaan darah tetap mencukupi, RSUD H Damanhuri gencar menggelar berbagai kegiatan donor darah secara rutin. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengadakan acara donor bagi karyawan rumah sakit sebagai bagian dari dukungan terhadap kebutuhan stok darah.
Pihak rumah sakit juga menjadikan donor darah sebagai salah satu bagian dari persyaratan administratif bagi ASN, seperti pada proses kenaikan pangkat atau gaji berkala. Hal ini dianggap sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus kontribusi nyata terhadap ketersediaan darah di fasilitas kesehatan tersebut.
Selain itu, RSUD H Damanhuri aktif melakukan layanan jemput bola melalui inovasi yang disebut “Hai Darling”, yaitu membuka stand donor darah pada berbagai kegiatan publik seperti Car Free Day (CFD) dan pameran daerah. Inisiatif ini bertujuan menarik lebih banyak pendonor dari kalangan masyarakat umum.
Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
Program donor darah di RSUD H Damanhuri juga mendapat dukungan dari berbagai instansi terkait. Pihak rumah sakit menjalin kerja sama dengan lembaga pemerintahan dan institusi lain seperti Dinas Kesehatan, puskesmas, PLN, Polri, TNI, sekolah, perusahaan swasta, dan lembaga peradilan untuk meningkatkan jumlah donor secara konsisten.
Upaya kolaboratif ini dinilai berhasil meningkatkan tren pendonor darah yang cenderung naik dibandingkan periode sebelumnya. Keterlibatan banyak pihak juga membuat program donor darah lebih dikenal luas oleh masyarakat, sehingga stok darah di rumah sakit tetap terjaga meskipun kebutuhan terus berkembang.















